Divestasi Adalah, Berikut Penjelasannya!

Divestasi adalah salah satu cara yang sering dilakukan oleh perusahaan untuk menurunkan aset yang dimiliki, baik itu keuangan maupun komoditas. Jadi bisa dibilang divestasi itu kebalikan dari investasi. Nah, untuk anda yang masih bingung, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

Divestasi Adalah?

Pengertian Divestasi Menurut Para Ahli

  • Moin

Menurut Moin divestasi adalah menjual aset yang dimiliki kepada pihak lain, cara ini bertujuan untuk mendapatkan suntikan dana dan mengembalikan kondisi perusahaan seperti sedia kala.

  • Sudarsanam

Pengertian divestasi menurut Sudarsanam adalah kebalikan dari proses pertumbuhan. Jadi divestasi pada sebuah perusahaan dapat terjadi karena adanya proses akuisisi. Dan dampaknya, mereka harus menjual sebagian saham yang dimiliki dengan sebuah alasan yang jelas dan logis.

  • Sally Wehmeir

Menurut Sally Wehmeir divestasi adalah sebuah upaya yang dilakukan perusahaan untuk mengatur sistem penjualan saham yang dimiliki. Atau teknik untuk mendapatkan uang dari hasil investasi yang diberikan oleh seseorang.

  • Rosenfeld

Divestasi adalah cara merubah portofolio kepemilikan perusahaan dengan teknik sell offs atau spin offs. Namun dengan syarat aset tersebut sudah tidak diinginkan atau tidak bermanfaat, dengan begitu perusahaan tersebut tidak merasa kehilangan karena mereka menjual atas dasar kebutuhan dan kemauan sendiri.

  • Jeff Madura

Menurut Jeff Madura, divestasi itu kebalikan dari investasi. Jadi sebuah perusahaan yang ingin melakukan divestasi diharuskan untuk memiliki aset baik itu dalam bentuk finansial atau barang.

Motivasi Penyebab Divestasi

Sebuah perusahaan bisa melakukan divestasi jika didukung dengan motif yang jelas misalnya saja, sebuah perusahaan ingin mengurangi aset ataupun menambah pendapatan. Jadi beban yang dimaksudkan adalah aset kepemilikan yang di dalamnya terdapat pajak, biaya, dan biaya perawatan terhadap properti tersebut. Ada pula beberapa motif yang sering terjadi:

  • Memiliki Alasan Yang Jelas

Divestasi bisa terjadi jika perusahaan atau investor ingin menjalankan usaha yang memiliki prospek lebih baik. Jadi kebanyakan orang yang melakukan divestasi itu menjual aset utama mereka.

  • Mendapatkan Keuntungan Yang Besar

Tidak semua orang yang melakukan divestasi itu bisa berhasil. Jadi untuk anda yang ingin menjalankan cara ini, sebaiknya anda memikirkan banyak pertimbangan apakah dengan divestasi anda bisa mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang jauh lebih besar atau tidak, jika sudah yakin barulah anda bisa menjalankannya dengan menjual bisnis, investasi saat harga sedang tinggi ataupun properti lainnya.

  • Mengurangi Potensi Kerugian

Motivasi melakukan divestasi yang selanjutnya adalah mengurangi potensi kerugian. Jika anda merasa aset yang dimiliki tidak memberikan keuntungan yang pasti anda bisa menjual aset tersebut dengan tujuan mengembalikan keuangan.

Proses Terjadinya Divestasi

  • Penjualan

Yang sering dilakukan banyak orang saat ingin melakukan divestasi adalah dengan cara menjual pada sebuah divisi ataupun kelompok. Saat melakukan transaksi pembeli akan melakukan pembayaran secara tunai.

  • Spin Off

Untuk melakukan spin off perusahaan harus melakukan pemisahan terhadap divisi. jika sudah, perusahaan harus melakukan pembagian saham dan diberikan untuk perusahaan induk. Proses spin off ini sangat berbeda dengan penjualan. Hal ini dikarenakan perusahaan induk tidak akan mendapatkan dana dari proses spin off. Oleh karena itu, pemegang saham harus dipisahkan.

  • Carve Out

Carve out dapat terjadi jika perusahaan induk bisa membuat perubahan terhadap devisi, setelah itu barulah perusahaan bisa menjual saham. Untuk perusahaan induk tetap menjadi pemegang saham utama.

Jadi dapat disimpulkan jika divestasi adalah sebuah proses pelepasan, pembebasan ataupun pengurangan properti dengan tujuan mendapatkan pendapatan yang lebih baik lagi. Demikianlah ulasan yang dapat kami sampaikan,  semoga dapat bermanfaat untuk menambah wawasan anda.